Selamat Jalan Sahabatku…*Sebuah Firasat*

21 Oct 2010

panggil-aq-dd-ya-a1

Tadinya untold story ini akan kubikin private, biar aku saja yang baca, tapi akhirnya publish juga. Ini sebuah kisah nyata, sepenggal kisah pilu yang kuceritakan kembali bukan untuk membangkitkan kesedihan baru tapi hanya semata ingin berbagi saja.

Pada saat itu hari Minggu pukul setengah satu dini hari, lebih tepatnya hari Senin, di bulan April 2009. Aku masih terjaga.., dan memang terbiasa tidur di malam yang sepertiga. Malam itu entah kenapa aku kangen banget ama seorang sahabat yang hampir dua bulan ngga kontek-kontekan. Maka kuambil hape dan kuketikkan sebuah pesan singkat yang isinya asli seperti ini :

Assalaamu alaikum ya ukhti.., gimana kabarnya? :) Semoga keadaannya semakin membaik.., Maaf nih 2 bulan aku lupa doain kamu, abis sibuk doain diri sendiri sih :) Kita saling doain yuk !!

Ketika akan kukirim, aku sempet ragu sebab saat itu jarum jam menunjuk hampir ke angka satu. Aku berfikir Ngga enak ah ngirim sms tengah malem gini, apalagi dia sedang sakit dan sudah pasti akan mengganggu . Tapi dulu, sewaktu masih deket banget , dan dia masih sehat, aku terkadang smsan dan telpon-telponan jam segitu. Pada saat itu operator yang kita gunakan lagi promo telpon murah sampe pagi . Akhirnya ku-urungkan kirim sms itu dan kusimpan di draft lantas aku lanjutkan nonton sepakbola di tivi.

Seharian di hari Senin, sms itu terlupakan.., dan pada hari Selasanya perasaan kangen itu muncul kembali. Saat itu pukul dua siang.., ku ambil hape dan kucari sms yang kusimpan di draft kemaren itu dan langsung saja kukirimkan. Sambil tiduran aku menunggu jawaban.

Kutunggu 5 menit.., 10 menit.., 15 menit tak ada jawaban, hingga setengah jam berlalu. Aku heran karena tak seperti biasanya, koq ngga ada respon ya?. Dalam hati aku bergumam, Owh.., mungkin aku pake nomor hape yang berbeda dari nomor yang biasa kugunakan. Waktu itu aku ngga pake nomor tetapku. Tapi aku yakin dia hapal betul bahasa yang biasa kugunakan. Masih kuingat jika terlambat menjawab di jawaban smsnya selalu disertai kata-kata manis Maafin dd, Aa , bla bla bla “ Tapi ini hampir satu jam, tidak biasanya.

Tepat jam tiga sore lebih lima menit, di hari Selasa itu hapeku akhirnya berdering juga. Alhamdulillah penantian satu jam berakhir sudah. Hatiku senang dan merasa lega. Terbayang jawabannya akan membuat aku bahagia, maklum aku lagi kangen dia.

Bergegas kuambil hape yang tadi sempat kutaruh diatas kulkas, lantas kubuka kemudian kubaca, sejenak aku tertegun, lantas tiba-tiba jantungku berdegup keras, aku kaget karena dikata pertama jawaban sms itu tertulis: Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun.., Tetapi aku belum ngeh, aku mencoba berbaik sangka saja, Owh mungkin ada saudaraku yang meninggal dunia atau mungkin juga temenku kirim sms iseng kataku dalam hati.

Tetapi setelah kugulir ke bawah, lanjutan sms itu: Telah berpulang ke Rahmatullah adik dan saudara kami tercinta Fulanah binti Fulan pada Minggu dinihari / Senin pukul 3 pagi di.., dst. (maaf, nama dan tempat aku samarkan).

Astaghfirullah!! barulah aku tersadar, bagai petir di siang bolong, jawaban sms itu membuat jantungku semakin lemah saja dan otakku masih sulit untuk percaya. Oh Tuhan, dia telah tiada..!! ku ucapkan berulang kali dan aku meratap dalam hati.

Selama dua jam lebih aku terdiam, aku termenung, aku sedih.., sediiiiiiih banget !!. Ngga nyangka Tuhan memanggil dia begitu cepat hingga aku ngga sempat doakan dia di akhir hayatnya.

Berkali-kali terlontar kata maaf di bibirku, sebab teringat pula dulu aku pernah berkali-kali membuat dia kecewa. Setelah lama termenung, aku bangkit dari tempat tidurku, aku harus lakukan sesuatu sebagai wujud rasa sayang terakhirku. Segera aku bergegas ambil wudhu lantas sholatkan dia, sholat ghaib tentunya sebab dia nun jauh di seberang sana.

Allahummaghfir laha warhamha wa afihi wafu anha wakrim nuzulahu wawassii madkhalahu . Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah kesalahannya, hormatilah kedatangannya dan luaskan tempat diamnya .

Aaghh.., andai saja kukirim sms malam itu, mungkin akan ada cerita lain. Mungkin masih ada kesempatan mengiringi kepergiannya walau hanya dengan doa. Tapi aku patut bersyukur pula, sebab Tuhan telah beritahu aku lewat sebuah firasat. Ya..,rasa kangen di malam itu bagiku sebuah firasat,sebab hanya berselang dua jam sebelum dia wafat.

Selamat jalan sahabatku, ku-ikhlaskan kepergianmu, aku kan slalu merindukanmu.. :(


TAGS sahabat untold story firasat bamruno kisah nyata wafat


-

Author

Follow Me