Safety Riding, Sudahkah Benar-Benar Dipahami?

16 Jan 2011

safety-rider1Ketika sudah dewasa, tetapi masih belum bisa mengendarai sepeda motor, banyak teman-teman saya merasa heran dan menganggap saya orang yang aneh. Apa sebab? Karena anggapan mereka, tidak pantas seorang laki-laki dewasa di jaman sekarang ini sampai tidak bisa mengendarai sepeda motor. Sedang anak Sekolah Dasar saja menurut mereka saat ini sudah berani bersliweran di jalan-jalan menggunakan kendaraan motor milik orang tuanya.

Ya, mungkin saja mereka benar, dan saya tidak menyangkalnya. Tetapi boleh dong saya membela diri, walau saya tidak pernah menyatakan pembelaan diri saya itu kepada mereka. Pembelaan diri ini hanya untuk menguatkan hati saja, membesarkan hati ini biar tidak merasa rendah diri. Mengapa saya (pada saat itu) belum bisa mengendarai sepeda motor. Malas belajarkah? Atau tidak punya keberanian sama sekali?

Bukan itu alasannya saudara-saudara! Mereka tidak tahu bahwa tiap orang mempunyai karakter kepribadian yang berbeda-beda, begitu pula dalam hal mengambil suatu keputusan dalam suatu tindakan.
Alasan pertama saya adalah, karena pada saat itu saya belum mempunyai kendaraan sendiri. Sehingga wajarlah kalau saya pun tak pandai mengendarai sepeda motor. Lagipula saya adalah tipe orang yang tidak suka merepotkan orang lain. Saya tak ingin memaksakan diri meminjam motor teman atau saudara sekalipun misalnya, hanya untuk belajar mengendarainya.

Kedua, ada kekhawatiran dalam pikiran saya kalau harus meminjam motor milik orang. Utamanya adalah, jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Tau dong, kalau orang yang sedang belajar itu rentan mengalami kecelakaan karena biasanya kurang faham soal safety riding. Tapi yang paling ditakutkan itu karena kendaraannya bukan milik saya. Bagaimana saya harus mengganti segala kerusakan bila saja hal itu terjadi. Tetapi alasan sebenarnya memang saya paling tidak nyaman kalau harus menggunakan barang pinjaman, itu saja. Titik!

Dua alasan saya diatas tidaklah berlebihan, karena saya melihat dan banyak mengambil pelajaran dari pengalaman teman-teman saya yang kurang peduli akan safety riding. Ketika salah satu teman saya yang kebetulan hobi meminjam barang orang :D , mengalami kecelakaan lalu lintas karena keteledorannya sendiri. Dia menggunakan motor pinjaman untuk kebut-kebutan di jalanan tanpa menggunakan helm lagi. Selain harus masuk Rumah Sakit, dia juga harus mempertanggung-jawabkan motor pinjamannya itu. Tetapi karena dia dari keluarga tidak mampu akhirnya sang pemilik kendaraan harus ikhlas motornya tak bisa dipakai kembali.

Dari melihat pengalaman dan teguh memegang prinsip “ngga nyaman kalau pakai barang pinjaman” akhirnya saya masuk dalam golongan orang-orang yang “kesiangan” dalam hal menguasai kendaraan bermotor. Tapi tak apalah, karena dalam hal keselamatan berkendaraan atau safety riding, pepatah “biar lambat asal selamat” masih berlaku buat saya. (Kalau untuk akses internet pepatah ini berlaku ngga ya? :mrgreen: )

Pada akhirnya ketika saya mempunyai rejeki lebih dan membeli motor sendiri, tenyata tidak butuh waktu lama untuk belajar mengendarai motor. Hanya butuh waktu 15 menit untuk menyesuaikan diri, lalu tanpa seorang pemandu pun sudah bisa langsung jalan walau di hari kedua sempat menabrak pagar rumah orang karena grogi diliatin tetangga ketika akan memulai latihan :mrgreen: Ya, hanya insiden kecil saja.

Mengapa saya begitu cepat menguasainya? Karena jauh sebelum saya mempunyai kendaraan bermotor, saya sudah belajar teorinya. saya baca semua teknik-teknik berkendaraan yang baik beserta safety ridingnya. Saya baca pula peraturan lalu lintas beserta rambu-rambunya. Saya pahami ini semua demi keselamatan dirisupaya terhindar dari resiko kecelakaan lalu lintas. Bagi semua pengguna kendaraan bermotor, terutama bagi pemula tidaklah cukup hanya bisa saja. Mengetahui peraturan lalu lintas adalah hal yang sangat penting.

Begitu pula soal kelengkapan surat berkendaraan. Dari SIM dan STNK yang mesti selalu dibawa, sampai kelengkapan safety riding itu sendiri. Misalnya, sudahkah kita menggunakan helmet berstandar SNI? Atau sudahkah kita memeriksa secara berkala kendaraan bermotor sebelum menggunakannya? Hal ini tidak bisa dianggap sepele jika kita ingin nyaman dan selamat dalam perjalanan.

Dan saat ini saya sering melihat anak-anak Sekolah Dasar yang sudah bebas membawa kendaraan bermotornya tanpa didampingi orang dewasa. Bahkan mereka memboncengi beberapa anak kecil dibelakangnya, tanpa menggunakan helm segala. Bagaimana nih para orang tua? Apakah anda sudah merasa yakin akan keselamatan mereka? Seberapa jauh anda membimbing dan mengawasi mereka? Jangan biarkan mereka mati sia-sia hanya karena anda lalai memberi pemahaman kepada anak anda soal keselamatan berkendaraan.

Terakhir, keselamatan berkendaraan atau safety riding bukanlah tanggung jawab polisi, atau pemerintah. Akan tetapi adalah tanggung jawab kita semua para pengguna jalan. Dan tidak hanya cukup dimengerti saja namun sangat penting pula untuk benar-benar dipahami.


TAGS blogger for safety riding


-

Author

Follow Me